“… Sebagian manusia beranggapan bahwa harta adalah abadi (QS. Al Humazah dan Al Kahfi : 32-36) dan ada pula Manusia yang beranggapan bahwa harta yang didapatkan itu adalah bukti kasih sayang Allah (QS. Al Fajr 15-20)
Secara umum harta yang ditinjau dari sisi Halal dan Haram terdiri dari beberapa bagian:
- Harta yang Halal Zat dan Sifanya
- Harta yang Haram Zat dan Jenisnya
- Harta yang Halal didapatkan dengan cara yang Halal pula
- Harta yang Halal didapatkan dengan cara yang Haram
Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: “Sesungguhnya pada setiap umat ada Fitnah, dan Fitnah pada umatku adalah Harta”
…”
Pemateri: (Kandidat DR) Aspri Rahmat Azai,LC,MA حفظه الله
Waktu: Ahad malam 08.40 – 10.20, tanggal 06 Rabi’uts Tsani 1431H (21 Maret 2010)
Langsung dari Madinah An Nabawiyah, Saudi Arabia
Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.
|download|
32. dan berikanlah kepada mereka[880] sebuah perumpamaan dua orang laki-laki[881], Kami jadikan bagi seorang di antara keduanya (yang kafir) dua buah kebun anggur dan Kami kelilingi kedua kebun itu dengan pohon-pohon korma dan di antara kedua kebun itu Kami buatkan ladang.
33. kedua buah kebun itu menghasilkan buahnya, dan kebun itu tiada kurang buahnya sedikitpun, dan Kami alirkan sungai di celah-celah kedua kebun itu,
34. dan Dia mempunyai kekayaan besar, Maka ia berkata kepada kawannya (yang mukmin) ketika bercakap-cakap dengan dia: “Hartaku lebih banyak dari pada hartamu dan pengikut-pengikutku lebih kuat”
35. dan Dia memasuki kebunnya sedang Dia zalim terhadap dirinya sendiri[882]; ia berkata: “Aku kira kebun ini tidak akan binasa selama-lamanya,
36. dan aku tidak mengira hari kiamat itu akan datang, dan jika Sekiranya aku kembalikan kepada Tuhanku, pasti aku akan mendapat tempat kembali yang lebih baik dari pada kebun-kebun itu”.
[880] Yaitu: kepada orang-orang mukmin dan orang-orang kafir.
[881] Yaitu: dua orang Yahudi yang seorang mukmin dan yang lain kafir.
[882] Yaitu: dengan keangkuhan dan kekafirannya.